Homeschool Is About The Confidence

Gambar

Ini adalah kostum Karin hari ini untuk pergi ke jalanan. Kerudung orange, hoody pink, celana hijau dan sepatu boots, semua adalah pilihannya sendiri.

Sesekali aku berpikir “o my God what will the world thinking about me (her mother) with the way she dress?” but then i look into her eyes how confident and comfortable she is for decision she made for her “like a rainbow” dress… that is what matter.

Saat kita memutuskan untuk menjadi homeschooler, apakah kita akan menempatkan diri kita pada posisi Karin yang percaya diri dan nyaman dengan baju yang tabrak larinya ataukah mami yang memikirkan apa yang akan dunia katakan?

Homeschool adalah tentang mindset pada diri kita, bukan dari orang lain.

Homeschooling Lebih Produktif

Gambar

Sebuah story book adalah hasil produktifitas Alia homeschool sehari 😀

Dalam sehari dikala teman-temannya berkegiatan di sekolah, dia telah melakukan banyak hal yang mengasyikkan sekaligus menghasilkan.. misalnya selain menyelesaikan 1 buku cerita bikinannya sendiri juga membuat gelaran pertunjukkan puppet-show buatku dan adiknya, selain itu juga Alia membantu adiknya belajar membuat sebuah buku cerita, belajar bermain catur, belajar games, belajar membuat perosotan dari tumpukan2 busa sofa dan yang paling penting adalah dia membantuku meringankan pekerjaanku mendampingi adiknya 😀

Kini dia kembali ke sekolah.. dan yang kudapat dari pertanyaan “tadi ngapain aja di sekolah?” adalah jawaban “ya gitu aja” atau “aku mau beli tas baru seperti si anu” nothing much she told me, kegiatan yang dilakukannya hanya kudapat dari buku komunikasi yang ditulis gurunya, bukannya dari mulutnya sendiri.. i hate this 😦

Homeschool memang lebih produktif.

Little Thing To Celebrate And Learn At The Same Time

Gambar

Sore kemaren kami mengadakan “pesta kecil” dengan menari-nari dan meloncat-loncat untuk merayakan “Button’s day” ….. adalah hari berhasil mengancing baju buat Karin, untuk pertama kalinya Karin berhasil memasukkan 10 kancing ke lubang bajunya.

Sore itu seperti biasa sehabis mandi dia memilih bajunya sendiri dan lalu mendatangiku dengan deretan gigi nampak di senyumnya sambil berteriak “mami!! aku bisa ngancingin bajunya!!!” dia melakukannya berulang-ulang lagi dan lagi dengan happy-nya.. and i said WOW! i tell it to her sister and we dance.. kami merayakannya.

Instantly, aku langsung terpikir saat itu juga untuk menerapkan value ketauhidan (yang termasuk dalam unwritten curriculum 😀 ) i hold her little fingers and told her.. Alhamdulillah, Subhanallah ya… Allah yang bikin jari-jari Karin ini supaya mereka bisa bergerak mengancingkan. Aku inget hari kemarennya nunjukin ke anak-anak foot-print mereka saat baru lahir, lalu aku bilang lagi kalo Allah-lah yang bikin jari-jari tangan ini tumbuh dari sekecil foot-print kemaren sampai ‘segini’. I love homeschooling.. we can learn a big thing and celebrate little thing at the same time.

Belajar Mengikuti Ketertarikan

Anak-anakku lagi seneng banget sama Strawberry Shortcake http://en.wikipedia.org/wiki/Strawberry_Shortcake%27s_Berry_Bitty_Adventures, sejauh ini aku suka karakter2nya karena masing-masing dari mereka adalah pengusaha, misalnya Strawberry dia punya kafe, Lemon punya salon, Orange punya toserba, Plum punya studio tari, Raspberry punya toko buku, Blueberry punya butik, ini cukup bisa mengenalkan pada anak-anak tentang enterpreneurhip, bagaimana mereka itu melakukan banyak hal dalam keseharian hidup mereka tapi mereka masing2 juga earn money dari usaha mereka masing-masing..hehe..

Okelah kalo begitu, kita ikuti aja ketertarikan mereka saat ini apa..

Mari kita membuat boneka kertas untuk dapat dimainkan sambil menerapkan banyak pembelajaran-pembelajaran seperti mengajarkan effective oral communication, collaboration, empathy, imagination, problem solving and critical thinking di dalam permainan boneka kertas yang kita mainkan.

Lalu kami print gambar Strawberry Shortcake and friends dari internet dan mengguntingnya

BK4

Kami tempel di potongan kardus dan lapisi dengan isolasi supaya lebih kuat

Gambar

Kami gunting kembali.. dan jadilah…

Gambar

And so we play a drama

Gambar