Belajar

Bismillah..

Pagi ini, berbincang sejenak dengan orangtua teman lama anakku. Sampailah kepada topik klise tentang sekolah dan lalu beliau bercerita mengenai anaknya yang senang bersekolah dan terlihat tampak bersyukur ketika berkata “Alhamdulillah anakku tiap jam 7 malam selalu semangat minta belajar” it is great actually dan syukurlah daripada engga senang belajar sama sekali ūüėÄ

But the thing is….paradigma belajar itu sendiri.

Setiap detik bisa menjadi pembelajaran, setiap detik bisa dikatakan belajar, bila kita mau menyadari dan menghayatinya. Belajar bukanlah hanya semata mempelajari materi akademis sekolah, tapi lebih dari itu belajar adalah effort to understand yourself, to understand the world around you and to contribute to making the world a better place. 

Seperti…

Gambar

Pandanglah tumbuhan dengan kesadaran dan penghayatan yang dalam bahwa tumbuhan-tumbuhan itu mungkin berasal dari tanah yang sama dan diairi dengan air yang sama, tapi mengapa bunga dan buah yang muncul darinya dapat berbeda-beda jenisnya, sehingga  sampailah kita pada pemaknaan yang dalam terhadap Allah, Tuhan Sang Pencipta dan bertambahlah iman kita. Lain halnya bila kita memandang tumbuhan dengan pandangan yang biasa-biasa tanpa kesadaran dan penghayatan yang mendalam dan semuanya tidak melahirkan apa-apa kecuali pemandangan lazim yang biasa pula.

…. seperti itulah belajar.

Alhamdulillah…

4 YO homeschooler! Are You Smarter Than a 7th Grader?

image

Bismillah ….
Semalam sebelum tidur, Karina (4th) memutuskan untuk menyusun parfum-parfum, kosmetik dan apa saja yang ada di meja riasku, mengelompokkannya sendiri berdasarkan besar kecilnya, bentuk dan  tempatnya.

Mungkin bagi sebagian orang menilai ini too much alias lebay disebabkan karena kami memandang Karina sedang belajar pelajaran matematika tentang himpunan dan himpunan bagian. Dan yang lebih menyenangkan adalah dia melakukannya karena dorongan keinginannya sendiri untuk menyusun benda-benda itu agar tampak (menurutnya) lebih rapi, we call this as a self directed learning.

By the way, pelajaran matematika tentang himpunan dan himpunan bagian kalau nggak salah baru diajarkan di sekolah formal saat kelas 7 biasanya usia sekitar 13 tahunan.

A Doll’s House Made from Cardboard

Gambar

My daughter loves to play dolls like any other girl, we decided to make a doll’s house from cardboards together. Barbie house is too expensive… dan yang paling penting adalah aku nggak pengen anakku jadi konsumen industri mainan yang berlebihan. Memproduksi mainan kita sendiri merupakan pelajaran awal enterpreneurship buat anakku. And by the way, don’t bother with deodorant, its the dolls ūüôā

Pendidikan “Jadul” dan “Hare Gene” dalam Homeschool

Bismillah…

Kamis, 10 Oktober 2013 lalu saya menghadiri seminar online (Webinar) untuk yang kedua kalinya, bertemakan “Model dan Metode Homeschooling”¬† terimakasih untuk pak Aar dan mba Lala http://rumahinspirasi.com/webinar-homeschooling-ii-2013/ . Teringat sebuah paparan dari Nouman Ali Khan (Pakistani-American Muslim speaker) tentang bagaimana definisi pendidikan itu telah fundamentally change in the new world nowadays.¬† In old times, to have an education means to understand yourself, to understand the world around you and to contribute to making the world a better place, selanjutnya saya menyebutnya jadul. Tapi di jaman modern sekarang ini definisinya bergeser seiring cara pandang orang-orang terhadap arti sebuah kesuksesan. Untuk sukses anda harus “berpendidikan” untuk meraih karir (pekerjaan) yang “bagus” yang menghasilkan banyak uang, selanjutnya saya menyebutnya hare gene. Dan secara langsung atau tidak langsung tentu ini merubah banyak kebijakan-kebijakan di berbagai aspek baik di bidang¬† politik, budaya, ekonomi atau pendidikan itu sendiri. Berdasarkan cara pandang inilah dapat digambarkan visi dan misi pendidikan dalam keluarga dan lalu menentukan model dan metode homeschooling.

Secara garis besar, diantara model yang diterapkan dalam homeschool yang sesungguhnya banyak ragamnya,  pada umumnya adalah school at home, unschooling dan eclectic (Mix and Match).

School at home biasanya menjadikan sekolah sebagai role model untuk penerapan metode pada homeschool, membawa apa yang ada di sekolah ke rumah seperti kurikulum, text book learning, evaluasi dan lain sebagainya yang kecenderungannya mengejar kelulusan dalam ujian yang distandarkan oleh kurikulum dan menyeret pada paradigma belajar untuk ujian agar lulus, learn for test, dan bila tidak hati-hati dapat menyeret kita pada cara pandang pendidikan hare gene semata. Orangtua menginginkan anaknya menjadi dokter ketimbang menjadi supir bus karena menjadi dokter menghasilkan lebih banyak uang daripada supir bus. Seandainya anak kita menjadi dokter lalu dikirim ke Syria atau Palestina atau ke daerah pelosok manapun tanpa digaji, apa pendapat kita? ini menjadi ujian bagi konsistensi kita terhadap visi dan misi pendidikan.

Kabar gembiranya adalah, homeschooling memiliki kesempatan berinovasi dalam model school at home yang dijalankan. Homeschooler dapat melakukan pengajaran dengan sangat flexibel dalam hal waktu, materi dan tenaga, beragam pilihan dalam hal materi dan alat belajar  (unit studi, project, multimedia,magang,dll, dan memiliki opsi solusi praktis baik dari buku, tutor, internet, bimbel, dll.

Unschooling, adalah cara belajar yang tidak terstruktur  atau bergantung pada sebuah kurikulum tertentu. Umumnya berpandangan bahwa belajar itu adalah sesuatu yang alami bagi manusia dan tempat belajar terbaik adalah dunia nyata, tidak terpaku pada jangka waktu dan cara tertentu untuk melakukan pembelajaran, freedom to learn anything anyhow. Kecenderungannya adalah learn for life dan biasanya memiliki cara pandang jadul yang idealis (walaupun tidak selalu) terhadap definisi pendidikan. Namun ini sepertinya bukan perkara mudah sebab menuntut extra kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap anak-anak kita dalam interest and passions mereka. Unschooler juga lebih menuntut diri mereka sendiri being a better person for goodness. 

Eclectic (Mix and Match) adalah model yang dapat melakukan apapun dalam metodenya, mencampur dan menggabungkan berbagai metode sesuai dengan situasi, kondisi serta kebutuhan visi dan misi pendidikan bagi keluarganya.

aah.. don’t bother!¬† kata kunci dalam¬† homeschool adalah boleh.

school at home, unschooling dan eclectic semua baik. Semuanya merupakan upaya mencapai visi dan misi pendidikan, yang tidak baik itu yang tidak mengupayakan pendidikan sama sekali.

Gambar

This one is a good video worth to watch

The question is, if the system of public educations were discovered in about 19th century, why do they call homeschool as an ‘alternative education’ when its the ‘original education’ that humans have been using before 19th century for thousands of years?

Wallahu a’lam, Alhamdulillah..

Sajian Makanan Prasmanan dan Homeschooling

Bismillah..

Gambar

Gambar diatas diambil dari http://terkenalasyik.blogspot.com/2012/11/tips-sehat-saat-makan-prasmanan.html

Sebuah penampakan sajian makanan ala prasmanan, biasanya tersaji  saat kita menghadiri suatu pesta yang penuh dengan sukacita. Dalam penyajian makanan prasmanan, beragam macam makanan lezat  tersaji dari makanan pembuka , menu utama dan makanan penutup yang semuanya beraneka ragam.

Bayangkan kita pergi ke suatu pesta dan melihat makanan prasmanan itu tersaji, o boy!… feels like all i will eat, but i know i can not, yang akhirnya membuat kita berpikir bahwa kita hanya akan memilih makanan yang kita sukai, kita inginkan, kita butuhkan dan sesuai dengan porsi kita. Hal ini baik karena lebih cenderung membuat kita menghabiskan makanan tersebut dengan baik, membuat kita merasa puas dan kita meyakini bahwa hal itu memang berguna bagi kebaikan kita, belum lagi menghindarkan diri dari kemubaziran juga membuat tuan rumah dan penyaji makanan merasa senang dan puas.. and everyone is happy.

Di waktu yang lain, bayangkan kita menghadiri sebuah acara dimana penyajian makanannya adalah berupa paket, mungkin beberapa box berisi makanan pembuka, menu utama dan makanan penutup. Kita membuka paketnya, makanan pembuka dan menu utama bukan selera kita, lebih-lebih salah satu makanan dalam menu yang tersaji dalam paket ada yang menjadi pemicu kambuhnya sakit kita, but wait… tapi makanan penutupnya itu favorit kita!? dan setelah berpikir beberapa saat akhirnya makanan dalam sajian tersebut dimakan juga walau dengan keterpaksaan. Ada beberapa orang yang menghabiskan semuanya, suka atau tidak suka, ada juga yang menyisakannya sedikit atau banyak. Tidak semua orang puas dan senang dengan seleranya, jenis makanannya,¬† dan jumlah porsinya. Well…. mungkin pihak2 yang menyajikan tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi setelah paket2 makanan itu dibagikan.

And that is an analogy for Homeschooling and Public School.

Ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat beragam di dunia ini sungguh ingin kita kuasai seluruhnya, namun kita tau itu tidak mungkin. Pada akhirnya kita memutuskan memilih dan mengambil ilmu dan pengetahuan untuk dipelajari lebih dalam yang sesuai dengan kapasitas, kapability (kemampuan), ketertarikan dan atau passion. membuat kita merasa puas, bersemangat, membuat kita do our best (maximum)  dan kita meyakini bahwa hal itu memang berguna bagi kebaikan kita, belum lagi menghindarkan diri dari kemubaziran (waktu, uang, dll) and everyone is happy.

Mengutip terjemahan ayat Al-Qur’an surah At-Taubah surat 9 ayat 122 :

“Nor should the believers all go forth together, if a contingent from every expedition remained behind, they could devote themselves to studies in religion and admonish the people when they return to them, that thus they (may learn) to guard themselves (against evil)”¬† (The Holy Qur’an text and translation by Abdullah Yusuf Ali)

Setiap sesuatu di dunia ini tidaklah Allah ciptakan dengan sia-sia, setiap manusia yang tercipta mustahil diciptakan sia-sia tanpa maksud. Setiap diri-diri kita adalah khalifah di muka bumi ini, pastilah memiliki suatu peran yang tidak harus sama dengan manusia lainnya, maka temukanlah peran masing-masing diri  dan anak-anak kita di dunia ini sebaik-baiknya walaupun terkadang jalannya melawan mainstream.

Gambar

Sangat mengesankan mengikuti webinar homeschooling, thanks to rumahinspirasi.com (pak Aar dan bu Lala) http://rumahinspirasi.com/webinar-homeschooling-ii-2013/  membuka banyak pintu-pintu pemikiran baru dan meninggalkan jejak pemikiran baru tersebut dalam tulisan ini yang siap untuk diaplikasikan dalam perjalanan hidup kami selanjutnya,  Alhamdulillah..