Pendidikan “Jadul” dan “Hare Gene” dalam Homeschool

Bismillah…

Kamis, 10 Oktober 2013 lalu saya menghadiri seminar online (Webinar) untuk yang kedua kalinya, bertemakan “Model dan Metode Homeschooling”  terimakasih untuk pak Aar dan mba Lala http://rumahinspirasi.com/webinar-homeschooling-ii-2013/ . Teringat sebuah paparan dari Nouman Ali Khan (Pakistani-American Muslim speaker) tentang bagaimana definisi pendidikan itu telah fundamentally change in the new world nowadays.  In old times, to have an education means to understand yourself, to understand the world around you and to contribute to making the world a better place, selanjutnya saya menyebutnya jadul. Tapi di jaman modern sekarang ini definisinya bergeser seiring cara pandang orang-orang terhadap arti sebuah kesuksesan. Untuk sukses anda harus “berpendidikan” untuk meraih karir (pekerjaan) yang “bagus” yang menghasilkan banyak uang, selanjutnya saya menyebutnya hare gene. Dan secara langsung atau tidak langsung tentu ini merubah banyak kebijakan-kebijakan di berbagai aspek baik di bidang  politik, budaya, ekonomi atau pendidikan itu sendiri. Berdasarkan cara pandang inilah dapat digambarkan visi dan misi pendidikan dalam keluarga dan lalu menentukan model dan metode homeschooling.

Secara garis besar, diantara model yang diterapkan dalam homeschool yang sesungguhnya banyak ragamnya,  pada umumnya adalah school at home, unschooling dan eclectic (Mix and Match).

School at home biasanya menjadikan sekolah sebagai role model untuk penerapan metode pada homeschool, membawa apa yang ada di sekolah ke rumah seperti kurikulum, text book learning, evaluasi dan lain sebagainya yang kecenderungannya mengejar kelulusan dalam ujian yang distandarkan oleh kurikulum dan menyeret pada paradigma belajar untuk ujian agar lulus, learn for test, dan bila tidak hati-hati dapat menyeret kita pada cara pandang pendidikan hare gene semata. Orangtua menginginkan anaknya menjadi dokter ketimbang menjadi supir bus karena menjadi dokter menghasilkan lebih banyak uang daripada supir bus. Seandainya anak kita menjadi dokter lalu dikirim ke Syria atau Palestina atau ke daerah pelosok manapun tanpa digaji, apa pendapat kita? ini menjadi ujian bagi konsistensi kita terhadap visi dan misi pendidikan.

Kabar gembiranya adalah, homeschooling memiliki kesempatan berinovasi dalam model school at home yang dijalankan. Homeschooler dapat melakukan pengajaran dengan sangat flexibel dalam hal waktu, materi dan tenaga, beragam pilihan dalam hal materi dan alat belajar  (unit studi, project, multimedia,magang,dll, dan memiliki opsi solusi praktis baik dari buku, tutor, internet, bimbel, dll.

Unschooling, adalah cara belajar yang tidak terstruktur  atau bergantung pada sebuah kurikulum tertentu. Umumnya berpandangan bahwa belajar itu adalah sesuatu yang alami bagi manusia dan tempat belajar terbaik adalah dunia nyata, tidak terpaku pada jangka waktu dan cara tertentu untuk melakukan pembelajaran, freedom to learn anything anyhow. Kecenderungannya adalah learn for life dan biasanya memiliki cara pandang jadul yang idealis (walaupun tidak selalu) terhadap definisi pendidikan. Namun ini sepertinya bukan perkara mudah sebab menuntut extra kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap anak-anak kita dalam interest and passions mereka. Unschooler juga lebih menuntut diri mereka sendiri being a better person for goodness. 

Eclectic (Mix and Match) adalah model yang dapat melakukan apapun dalam metodenya, mencampur dan menggabungkan berbagai metode sesuai dengan situasi, kondisi serta kebutuhan visi dan misi pendidikan bagi keluarganya.

aah.. don’t bother!  kata kunci dalam  homeschool adalah boleh.

school at home, unschooling dan eclectic semua baik. Semuanya merupakan upaya mencapai visi dan misi pendidikan, yang tidak baik itu yang tidak mengupayakan pendidikan sama sekali.

Gambar

This one is a good video worth to watch

The question is, if the system of public educations were discovered in about 19th century, why do they call homeschool as an ‘alternative education’ when its the ‘original education’ that humans have been using before 19th century for thousands of years?

Wallahu a’lam, Alhamdulillah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s