Sosialisasi Yang Islami Ala Homeschool

Bismillah…..

Bungkusan kado ini entah apa isinya, dibuat dengan inisiatif dek Karin (5th) khusus untuk sahabatnya Kayla.
Dek Karin hanya minta tolong pada ibunya untuk menuliskan pesan yang disampaikannya di kertas, begini suruhnya : ” Ini kado untukmu Kayla, mulai hari ini kita sahabatan, dan aku membawakan kado misteri untukmu”.

Gambar

Dari Anas, R.A berkata Rosulullah, bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (H.R THABRANI)

 

Advertisements

(Psikomotorik) Belajar Menjahit

Bismillah….

Beberapa hari ini Karin (5th) sedang senang belajar menjahit, beberapa celananya yang berlubang dijahitnya sendiri, bahkan suau hari dia memakai celana yang dijahit kemarinnya.

karinjahitkarinjahit2

 

Dalam menjalani homeschooling belajar melatih psikomotorik adalah kebutuhan sang anak sendiri, dengan apa yang menyenangkan baginya, pada waktu  yang tepat baginya…. tanpa meninggalkan manfaat dari kegiatannya.

 

Belajar Enterpreneurship Dalam Karya

Bismillah…

 

Hari ini anak-anak belajar mendesain gambar untuk baju dan mug, yang hasilnya dapat dijual.

Gambar

Dan hasil produknya yang ini http://www.zazzle.com/unschooled_sweatshirt-235320363806153703

Gambar

Gambar

(“Don’t ask me about school!” “I’m an unschooler”.) Kaos inipun dapat dipesan langsung pada kaka Al 😉

Enterpreneurship adalah bagian pembelajaran penting dalam keluarga kami, bukan hanya berkutat soal uang, lebih dari itu untuk membangun karakter, diantara karakteristik dalam dunia enterprenership adalah senang belajar, penuh inovasi, suka bertindak, kreatif berani mencoba hal-hal baru, dan masih banyak lagi. sebagaimana Allah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah..inilah yang kami upayakan.

 

Di rumah, anak-anak kami Kaka Al (jelang 9th) dan dek Karin (5th) tidak mendapat uang saku mereka secara cuma-cuma namun mereka bisa saja memiliki uang yang banyak tanpa ada batasan, kami memberinya fleksibel sesuai dengan karya yang mereka buat. Karya yang dibuat oleh masing-masing kemudian dijual pada kami orangtuanya, saudara atau pada temannya. Tidak ada karya…. tidak ada pahala dan tidak ada uang saku 😀

 

 

 

Memutuskan Homeschool

Bismillah…

Homeschool itu bukan hanya tentang anak tetapi juga tentang orangtua.Ketika kami memutuskan homeschooling, aku bilang pada suamiku bahwa aku butuh homeschool karena aku menyadari betapa banyak kekuranganku. Aku yang tidak sabaran, aku yang pemarah, pinter amat juga enggak, aku dengan begitu banyak keburukan lainnya. Tapi aku harus berubah.

Dalam homeschool belajar itu bukan hanya apa yg dilakukan anak-anak tapi juga orangtuanya, aku tidak bisa mengandalkan orang lain dalam pendidikan anak-anakku sendiri, apa yang diingini’ku ada pada anak-anakku harus bermula dari diriku sendiri, oleh karena itu aku harus berubah menjadi lebih baik.

Dengan homeschool-lah kesadaran untuk berubah menjadi orangtua lebih baik untuk anak-anakku itu terpupuk, dengan homeschool-lah aku belajar merubah diriku agar menjadi lebih baik untuk anak-anakku, secara terpaksa maupun sukarela.

Memutuskan untuk homeschooling bagiku tidak harus selalu berangkat dari kesempurnaan. Adakalanya orang yg banyak kekurangannya sepertiku melakukannya…

Berikut ini tulisan inspiratif bagi yang tertarik atau ingin melaksanakan homeschool namun masih ragu
http://www.cmindonesia.com/blog/ingin-homeschooling-tapi-keder

Home dan School = Homeschool (Kegiatan di Rumah)

 

Bismillah…
Banyak orang kebingungan saat menghadapi liburan anak-anak sekolah, sibuk merencanakan liburan bagi anak-anaknya dengan berpikiran kasihan bila anak-anak hanya tinggal di rumah saja tanpa “kegiatan”. Ini mungkin karena keterbiasaan “berkegiatan” di sekolah menjadikan kegiatan di rumah terasa membosankan.
Tidak berlaku (setidaknya) bagiku seorang ibu yang tidak menyekolahkan anak, rumah adalah tempat berkegiatan yang mengasyikkan. Anak-anak belajar dalam keseharian mereka dan dalam permainan mereka, hanya butuh sedikit perubahan mindset untuk meyakini bahwa anak-anak adalah pembelajar alami.hs1hs3hs4hs10hs22hs15
Homeschool melatih anak secara tidak langsung berinisiatif terhadap diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang kreatif, mereka tidak harus menunggu instruksi mengenai apa yang harus mereka lakukan, karena mereka terbiasa tidak terikat dengan instruksi yang biasa dilakukan di sekolah.
Dalam satu hari saja di rumah, mereka dapat melakukan berbagai macam kegiatan bermain yang bermuatan belajar. Misalnya anak-anakku, anak yang satu menulis buku ceritanya sendiri karena itulah hobinya (belajar literasi), lalu mereka pergi membuat kue bersama (belajar matematika praktis, ilmu sosial (tentang kerjasama dan peran) serta sains). Saat melihat ibunya membuat pot tanam dari botol bekas minuman kemasan yang harus dilubangi, mereka ikut membantu (belajar sains), lanjut dengan bermain boneka bayangan dari sinar matahari di balik tenda (belajar sains), menonton film favoritnya (belajar bahasa asing), terkadang mereka mengobrol berdiskusi berdua mengenai suatu hal (belajar bahasa, komunikasi dan ilmu sosial). Itu semua dilakukan tanpa paksaan, jadwal waktu yang ketat atau instruksi, dan masih banyak lagi tak terkira pelajaran yang dapat diambil dari keseharian anak-anak di rumah.
Untuk masalah terstruktur atau tidak, dapat diupayakan dan disesuaikan oleh keluarga masing-masing.  Jadi, tidak ada masalah bagi homeschooler walau hampir sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah. Kami tidak memisahkan bermain dan belajar, tidak memisahkan home dan school, karena itu kami homeschool 😀

Siapa Bilang Homeschool Itu Terkurung di Rumah Saja?

Bismillah….

Namanya memang  sekolah rumah, tapi bukan berarti terkurung di rumah dalam situasi yang membosankan dan hanya mempelajari buku-buku pelajaran sekolah…… hyassalaaaam yassalam *gedeg2 pala.

Untuk belajar dan berpengetahuan, kami bisa…..

Pergi ke berbagai macam event pameran,

Gambar

Pergi berlatih renang di saat orang lain pergi sekolah (kolam renang tempat berlatih serasa milik sendiri… bersih dan sepi, hehe)

Gambar

Pergi berpiknik atau bercengkrama dengan alam dalam ketenangan,

Gambar

Pergi berkunjung ke perpustakaan atau toko buku,

Gambar

Pergi ke museum-museum, menengok orang sakit, ke pusat perbelanjaan, ke tempat ayah/ibu bekerja dan masiiiiiih banyak lagi tempat-tempat untuk belajar yang dapat dikunjungi saat jalanan tidak macet hehehe 😀

Tempat belajar bukan hanya ruangan kelas di sekolah, bahkan jauh lebih luas dari itu.

Homeschooling/unschooling memiliki keberlimpahan waktu dan tempat yang dapat dimanfaatkan untuk mencari ilmu pengetahuan yang insyaAllah dapat berguna bagi kehidupan.